Posts

Showing posts from 2017

SEKEDAR PUISI

Image
Saya tidak akan mulai Apabila anda tidak memulai Mulai untuk diam Mulai untuk mendengar Belajar berbicara dalam diam Mulailah, sementara itu aku akan melihat Apakah kau merasa teriakkanmu akan lebih kencang manakala kau diam Apakah kau merasa bahwa kecewamu sangat besar manakala kau diam Apakah kau merasa bahwa marahmu akan lebih damai manakala kau diam Ayo mulailah Atau jangan-jangan kau gengsi untuk memulai permulaan Jangan ragu, mulailah Nah begitu kan bagus, Nampaknya, Kau sudah memulai Teruskan, mana tahu Pesanku baik adanya untukmu Kau sudah memulai sepertinta Bagaimana? Nikmatilah Ya, nikmati diam dan kesunyian Sunyi yang sangat hening dalam dirimu Sangat bising dunia pengang ini Kau sudah mulai rupanya Baikla aku akan akan memulai pula untuk berkata Aku sudah selesai 27. 08. 17

aku adalah lakon

Image
aku adalah lakon dari dalang maha segalanya naskah mana yg mesti aku mainkan? jalan cerita nya pahit jelas pahit, untuk akhir yang manis bersama lakon lainnya aku berdialog mencari pemaknaan sejati sesekali aku tambah improvisasi atas keinginanku tapi jangan terlalu jauh, aku bisa terlempar dengan lakon lainnya. aku hanya lakon yang menginkan seorang perempuan sejati yang menemani hidupku karena ia akan nenjadi saksi atas pencapaian ku aku adalah lakon dari seorang dalang setiap insan adalah aktor utama tak perlu diumbar, kepada lakon lain karena mereka adalah lakon pendukung aku lakon yang ingin menginkan permaisuri untuk mencari cerita akhir yang bahagia sudihkah kau, dinda margo city, 20 agustus penuh luka 17
rindu perih terasa kedalam ubun kepala sama halnya dengan hati sama-sama sedang peluh tak enak rasanya aku terlanjur terlanjur untuk mencintai terlanjur untuk menyanyangi terlanjur untuk setia terlanjur apa lagi? terlanjur bodoh, iya terlanjur pahit, iya rasa rindu masih menyisakan jejak di ruang kasihku terbekap ia didalamnya biar aku merindu hingga rindu menjadi artefak laliu, sanubari ku koyak oleh kotoran-kotoran rindu itu aku merindu rindumu dalam rindu rindumu aku merindu 7 juli 2017
Hampa(ku) malam sepi ditengah hamparan tanah sakti angin malam bersenda gurau bersama riuh air di selokan sementara pikiranku ramai tak seperti sekelilingku dama, sepi, tentram campur aduk rasanya wajar saja, fikiranku masih terjebak dalam persoalan-persoalan yang belum terselesaikan inginku pecahkan kehingan lalu kuberi sedikti kebisingan biar kau tau rasanya pengan tanah sakti , 27 juni 2017

tuhan, aku cinta negeri ini

Image
(tangusisan bayi).... oek... oek.. oek aku lahir ditanah kaya raya tangisan ku disambut oleh hangatnya semesta nusantara ketika pertama kali mataku terbuka kulihat tanah ini tanah mulia elok rimbun alamnya ramah, santun penduduknya kain salendang dari melayu membalut badan mungil ku kala itu sembari adzan yang dikumandangtkan ayahku, terdengar di telinga "Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaa"  pelan-pelan tangisanku  hilang, lalu aku tersenyum aku beruntung terlahir di negeri ini negeri yang kaya bukan hanya perkara sumber daya alamnya tapi juga manusianya kemudian aku belajar aku belajar menjadi seorang manusia yang baik aku belajar menjadi muslim yang baik aku belajar menjadi warga negeri yang baik mulai dari aku merangkak hingga aku bisa berdiri tegak mulai dari iqra yang kubaca hingga pelajaran pendidikan pancasila mulai dari memakai peci hingga memakai seragam berlambang garuda di dada mulai d...

Hanya, Berterimakasih

. . . . . . aku adalah alam semesta tapi aku kerap melupakannya lupa untuk menuliskan sajak mereka dalam kertas hidupku lupa mencurahkan kegelisahanku dalam tinta perjalanananku sebenarnya aku tidak lupa, hanya saja aku tidak ada waktu atas diriku ya kau tahu, diriku telah diperbudak waktu lalu, tiba tiba ada segerombolan angin datang kepadaku sontak mereka langsung memukul imajinasi rasa ku dan tiba tiba entah kenapa aku jadi bernafsu untuk menuliskan sajak-sajak sebagai persembahan dan permintaan maafku  kepada mereka angin itu hilang ia hanya mampir tuk sekejap lalu pergi tapi ia meninggalkan pesan "dan dewaasa ini sepertinya aku ingin kembali ke keabadian dan ketiadaan" entah apa entah siapa entah bagaimana tapi mengapa? hari itu, aku sedikit terlambat untuk bangun dari tempat peristirahatan. kemudian, layaknya manusia "modern" lainnya, aku mengambil sebuah benda eloektronik bernama gadget, sejujurnya aku tak suka padanya,...

R(uang)?

Image
R(UANG)? masih ada lagi ruang yang bukan karena uang? ketika cinta ditakar oleh kemewahan ketika pertemanan diukur oleh sederet keuntungan pengkhianatan bukan lagi hal yang menyakitkan hanya salah satu metode tuk menembus ketamakan yang berdalih kebaikan kemurnian kehidupan telah dikotori oleh secarik kertas bernama uang kenikmatan proses telah dipotong oleh nominal kertas kebahagian pun juga dapat dikangkangi oleh uang manusia tak lagi bebas bibirnya dibisukan tangannya diborgol kaki nya di ikat pikirannya di kuasai oleh seseorang bernama uang  masih adakah ruang?  tak ada lagi tempat bagi kaum humanis  semua nya mati di tangan sang materialis  depok, 1 juni 2017

DIBAWAH ATAP KEGELISAHAN

Diawah atap kegelisahan Berdiri tegak, mengepakkan sayap Terbang bebas di angkasa Hulu ke hillir Barat ke timur Bebas aku tentukan Ketika kebebasan masih dimilki semua orang Berlari kencang Ke kanan ke kiri Lalu meloncat, dan mengaung Ketika kekuatan dan pendirian masih berjalan Berteriak sambal berbisik Bunyi dan partit ur   bebas yang terdengar Nyanyian perlawan Masih bisa diucap oleh hati Yang diwakilkan oleh bibir Pilihan selalu terpampang di depan angan Ke arah mana kaki melangkah Tujuan pun berbeda pula Hanya sekedar bertahan pada idealis Tapi disingkirkan sang opportunis Aku diperkosa Idelais ku ditelanjangi Malu Kendati pada diri sendiri akan menundukan kepala Bukan perihal mana yang terlihat manis Tapi idealis yang terus dikikis Oleh kejamnya sang pragmatis Membunuh pelan Sang maestro bengis Hilang tinggal ilalang Berlagak hidup ketika jiwa dikerangjeng Di penjara realita Lalu diam...

SAJAK PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN

Image
Sajak perempuan berkalung sorban Senandung yang terdengar di telingaku Mengingatkan ku kepada kesederhanaan seorang perempuan Berbalut kain sorban Ketuk demi ketuk musiknya Mengigatkan ku kepada keanggunan senyumya Lirik-liriknya pun Masih mengingatkanku kepada kata nan lambut yang keluar dari rongga mulutnya Oh perempuan berbalut kain sorban, Ketika kau berjalan menghampiri riuh pikuknya dunia Begitu kokoh langkah demi langkahmu, kurasa angin pun tak kan dapat menggoyahkannya Aku tak ahu bagaimana tuhan menciptakanmu, begitu elok nan indah parasnya Kurasa manusai lain pun kan terpana Tapi aku tak ahu bagaimana dengan hatimu Apakah sama dengan parasmu? Seringkali aku kecewa dengan perempuan lain yang sama Tapi kurasa tuhan selalu menjaga hati dan sikapmu Tak tahu bagaimana kekecewaanku terhadapamu Jikalau hati mu tak sesuci wajahmu Aku pernah membaca sajak tuhan ketika ia menciptakan perempuan Begitu lembut dan pelan ia men...