Hampa(ku)

malam sepi
ditengah hamparan tanah sakti
angin malam bersenda gurau
bersama riuh air di selokan


sementara pikiranku ramai
tak seperti sekelilingku
dama, sepi, tentram
campur aduk rasanya
wajar saja, fikiranku
masih terjebak dalam persoalan-persoalan yang belum terselesaikan

inginku pecahkan kehingan
lalu kuberi sedikti kebisingan
biar kau tau rasanya pengan


tanah sakti , 27 juni 2017

Comments

Popular posts from this blog

DIBAWAH ATAP KEGELISAHAN

TIDAK BERJUDUL

aku adalah lakon