DIBAWAH ATAP KEGELISAHAN
Diawah
atap kegelisahan
Berdiri tegak, mengepakkan sayap
Terbang bebas di angkasa
Hulu ke hillir
Barat ke timur
Bebas aku tentukan
Ketika kebebasan masih dimilki semua orang
Berlari kencang
Ke kanan ke kiri
Lalu meloncat, dan mengaung
Ketika kekuatan dan pendirian masih berjalan
Berteriak sambal berbisik
Bunyi dan partitur
bebas yang terdengar
Nyanyian perlawan
Masih bisa diucap oleh hati
Yang diwakilkan oleh bibir
Pilihan selalu terpampang di depan angan
Ke arah mana kaki melangkah
Tujuan pun berbeda pula
Hanya sekedar bertahan pada idealis
Tapi disingkirkan sang opportunis
Aku diperkosa
Idelais ku ditelanjangi
Malu
Kendati pada diri sendiri akan menundukan kepala
Bukan perihal mana yang terlihat manis
Tapi idealis yang terus dikikis
Oleh kejamnya sang pragmatis
Membunuh pelan
Sang maestro bengis
Hilang tinggal ilalang
Berlagak hidup ketika jiwa dikerangjeng
Di penjara realita
Lalu diam
Tak bisa apa apa
Lalu menagis
Tak bisa tertepis
Telanjangi fisikku
Tapi jangan kau telanjangi fikiranku
Depok, 26 mei 2017
Comments
Post a Comment