SEDIKIT CERITA
ditengah air yang tenang
seorang pria masih terjaga dari tidurnya
sembari rokok yang dihisapnya perlahan menjadi abu
masih berkutat pada pikiran "aku dan keluargaku butuh makan"
ia hanya berharap pada nyanyian angin dan air di sungai
tuk memberitahu ikan-ikanagar menari keatas permukaan
kemudia, rokok nya tlah jadi puntung
ternyata bukan hanya dia yang menghisap, angin yang berlari juga
hah, apa guna hidup jikalau aku bertarung tuk mempertahankan?
yang kutau hidup selalu bersahabat
tak pernah lalai, tak pernanh bohong, selalu indah
ternyata ini bukan hidup, tapi ini hanya penunda kematian sepertinya
dasar kau jalang, dibunuhnya aku
tapi sialnya, kau tak menghunus pedang pedih mu ke jiwaku
tapi kau sayat melalui iman dan hatiku
mana tamengku, mana tamengku
ah, tamengku telah rapuh
sebagaimana aku
yah sudah, ternyata kematian sudah di depan tuk menjemputku
sembari pedang ujian menguhunus jiwaku
perlahan aku rasakan, aku nikmati
"inilah akhir hidupku"
kini aku mengerti
aku salah mengartikan hidup
bukan sebatas indah atau tidaknya
ternyata kepedihan adalah hal terindah
karena kau dapat belajar cara tuk terluka
dan mengobati
ini saatnya
sebeblum nafas terakhir ini kuhembus untuk terakhir kalinya
aku ingin berkata
hidup adalah kepedihan
kepedihan menjaga perasaan
kepedihan menjaga tanggung jawab
kepedihan menikmati kenikmatan
jangan dibodohi
makhluk bertanduk yang menyeramkan
itu semua tipu muslihat
dirinya adalah kepedihan, tetapi kepedihan bukan dirinya.
depok, 16 mei 2017

Comments
Post a Comment