Posts

Image
Pasturbasi Berputar putar di dalam arah tak berujung Meninggi di bukit kemudian jatuh, lalu sakit Rendah setara tanah, tergolek lelah Diriku, kau kenapa Hirup nafas juga dosa Sesak, kembung Belenggu memekat sangat erat Aku enggan terperangkap Muslihat muslihat tak lagi tersekat Semut semut menggigit telapak kaki Memerah, sakit Mengingatkan kau Yang terus merakit rakit syahwat Menjilat imajinasi Lalu mengangkangkan kaki Ah bangsat Setalahnya, cermin seperti biasanya Hanya diriku, dan masa lalu Mencoba merangkak, masa depan Tapi. Dosa menghantui, Kembali aku berkutat dengan sesal Masa depan menunggu Tapi masa lalu enggan membiarkanmu. 25 06 19

Menyemai Api

Image
Menyemai Api Api itu berkobar Melewati kerak kerak kayu, hingga mengelupas lalu menjadi abu Api itu menari-nari Ditengah kayu yang menumpuk menjadi unggun Diberitakannya kehangatan melalui percikkan-percikkan Melayang ke udara   Bersahutan dengan dinginnya malam Menyala, terus menyaka Menanti waktu yang akan dating dengan sendiri, tanpa inginnya Ia tak pernah meminta unutuk dipadamkan Tapi, redup adalah keniscayaan Dan sisa-sianya akan meredam dan gelam Api tidak lagi berkobar Karena unggun kayu telah menjadi abu Api tidak lagi memerah   karena ia diperah oleh udara Api tidak lagi meninggi karean ia akan mati dengan sendir Api tak bisa berkata-kata Lalu, ia sadar bahwa ia juga ada masanya April 2018

Untuk Radhya : Melawan Vonis

Image
Untuk Radhya Nafas terengah dalam sukma putih Merintih terus melawan, Vonis dan kenyataan yang entah seperti apa nantinya Beriring doa dan harap yang berkibar di bola mata Sembari tangan mengadah Bersama air mata Radhya Tersenyumlah lah Aku dan mereka menunggu sejak lama Atau menangislah, tangismu kini sangat dinanti Jangan diam saja Kau sedang apa? Bagaimana rasanya? Coba bicara pada Nya, radhya Kelopak mata enggan untuk terbuka Bibir kaku memekat menyetubuhi nya, Terus bernafaslah radhya   Langit masih membiru atau hingga senja nanti pasti akan kutunggu Hirup lah ini,doa kami Lihat lah ini, harap kami Pegang lah ini, kasih kami Rasakan lah ini, cinta kami Radhya, aku menunggu Radhya, ayah ibumu telah lama menanti datangmu Untuk itu, kau harus bisa, mampirlah sebentar ke tempat ini, Tempat singgah sebelum kita kekal abadi Radhya, beritahu padaNya, agar kau diizinkan, Agar kau dibe...

TIDAK BERJUDUL

Image
Ada yang terfikir tapi sukar tuk dituliskan Ada yang ingin disampaikan namun sulit untuk dikatakan Ada yang ingin dituju tapi sulit tuk digapai Ada yang ingin didamba tapi sukar tuk dipunya Lagi-lagi kata itu berotasi didalam kepala tapi engan keluar dari sana Menggumpal dalam syaraf Membekaskan bercak-bercak kegelisahan Karena ada yang disampaikan Tapi, belenggu menghadang Tunggulah akan kuucap nanti Manakala kata itu siap keluar dari persarangannya Lalu akan kubiarkan terbang ke angkasa Membawa segala angan tuk ditebar Kata itu akan melayang Kata itu akan menjelma menjadi udara Yang akan dihirup Kata itu akan menjelma menjadi hujan Yang akan membasahi Kata itu akan mejelma menjadi matahari Yang akan menghangatkan Kata itu akan menjelma menjadi pelangi Yang akan diniklmati Rindu, kata itu

Aku dan Jakarta

Image
                                                                                    Aku dan Jakarta  adalah sepi dan ramai yang sepi ditengah keramaian yang ramai ditengah kesepian Aku dan Jakarta  adalah putih dan hitam yang gemar merintih dalam kelam perlahan menghitam dari yang putih sukar memutih dari yang hitam Aku dan Jakarta  adalah diam dan bicara  manakala ia menujukkan ayatnya aku terdiam, tanpa bisa berkata apa-apa Aku dan Jakarta  adalah kiri dan kanan yang selalu bertabrakan di persimpangan kebudayaan Aku adalah kesepian yang menghitam yang tak bisa berkata apa-apa manakala nilai budaya ditabrak di persimpangan jalan sementara Jakarta... Jakarta, 14 maret 2017

SEKEDAR PUISI

Image
Saya tidak akan mulai Apabila anda tidak memulai Mulai untuk diam Mulai untuk mendengar Belajar berbicara dalam diam Mulailah, sementara itu aku akan melihat Apakah kau merasa teriakkanmu akan lebih kencang manakala kau diam Apakah kau merasa bahwa kecewamu sangat besar manakala kau diam Apakah kau merasa bahwa marahmu akan lebih damai manakala kau diam Ayo mulailah Atau jangan-jangan kau gengsi untuk memulai permulaan Jangan ragu, mulailah Nah begitu kan bagus, Nampaknya, Kau sudah memulai Teruskan, mana tahu Pesanku baik adanya untukmu Kau sudah memulai sepertinta Bagaimana? Nikmatilah Ya, nikmati diam dan kesunyian Sunyi yang sangat hening dalam dirimu Sangat bising dunia pengang ini Kau sudah mulai rupanya Baikla aku akan akan memulai pula untuk berkata Aku sudah selesai 27. 08. 17

aku adalah lakon

Image
aku adalah lakon dari dalang maha segalanya naskah mana yg mesti aku mainkan? jalan cerita nya pahit jelas pahit, untuk akhir yang manis bersama lakon lainnya aku berdialog mencari pemaknaan sejati sesekali aku tambah improvisasi atas keinginanku tapi jangan terlalu jauh, aku bisa terlempar dengan lakon lainnya. aku hanya lakon yang menginkan seorang perempuan sejati yang menemani hidupku karena ia akan nenjadi saksi atas pencapaian ku aku adalah lakon dari seorang dalang setiap insan adalah aktor utama tak perlu diumbar, kepada lakon lain karena mereka adalah lakon pendukung aku lakon yang ingin menginkan permaisuri untuk mencari cerita akhir yang bahagia sudihkah kau, dinda margo city, 20 agustus penuh luka 17