Pasturbasi Berputar putar di dalam arah tak berujung Meninggi di bukit kemudian jatuh, lalu sakit Rendah setara tanah, tergolek lelah Diriku, kau kenapa Hirup nafas juga dosa Sesak, kembung Belenggu memekat sangat erat Aku enggan terperangkap Muslihat muslihat tak lagi tersekat Semut semut menggigit telapak kaki Memerah, sakit Mengingatkan kau Yang terus merakit rakit syahwat Menjilat imajinasi Lalu mengangkangkan kaki Ah bangsat Setalahnya, cermin seperti biasanya Hanya diriku, dan masa lalu Mencoba merangkak, masa depan Tapi. Dosa menghantui, Kembali aku berkutat dengan sesal Masa depan menunggu Tapi masa lalu enggan membiarkanmu. 25 06 19