Untuk Radhya : Melawan Vonis
Nafas terengah dalam sukma putih
Merintih terus melawan, Vonis dan kenyataan yang entah
seperti apa nantinya
Beriring doa dan harap yang berkibar di bola mata
Sembari tangan mengadah Bersama air mata
Radhya
Tersenyumlah lah
Aku dan mereka menunggu sejak lama
Atau menangislah, tangismu kini sangat dinanti
Jangan diam saja
Kau sedang apa?
Bagaimana rasanya?
Coba bicara pada Nya, radhya
Kelopak mata enggan untuk terbuka
Bibir kaku memekat menyetubuhi nya,
Terus bernafaslah radhya
Langit masih membiru
atau hingga senja nanti pasti akan kutunggu
Hirup lah ini,doa kami
Lihat lah ini, harap kami
Pegang lah ini, kasih kami
Rasakan lah ini, cinta kami
Radhya, aku menunggu
Radhya, ayah ibumu telah lama menanti datangmu
Untuk itu, kau harus bisa, mampirlah sebentar ke tempat ini,
Tempat singgah sebelum kita kekal abadi
Radhya, beritahu padaNya, agar kau diizinkan,
Agar kau diberi kekuatan
agar kau bisa hidup dan menghidupi nantinya
Radhya kami menunggu.
Depok, September 1, 2018

Comments
Post a Comment