Menyemai Api


Menyemai Api



Api itu berkobar

Melewati kerak kerak kayu,
hingga mengelupas lalu menjadi abu


Api itu menari-nari

Ditengah kayu yang menumpuk menjadi unggun

Diberitakannya kehangatan melalui percikkan-percikkan

Melayang ke udara

 Bersahutan dengan dinginnya malam



Menyala, terus menyaka

Menanti waktu yang akan dating dengan sendiri, tanpa inginnya

Ia tak pernah meminta unutuk dipadamkan

Tapi, redup adalah keniscayaan

Dan sisa-sianya akan meredam dan gelam



Api tidak lagi berkobar

Karena unggun kayu telah menjadi abu

Api tidak lagi memerah

 karena ia diperah oleh udara

Api tidak lagi meninggi karean ia akan mati dengan sendir

Api tak bisa berkata-kata

Lalu, ia sadar bahwa ia juga ada masanya



April 2018

Comments

Popular posts from this blog

DIBAWAH ATAP KEGELISAHAN

TIDAK BERJUDUL

aku adalah lakon