tuhan, aku cinta negeri ini





(tangusisan bayi)....
oek...
oek..
oek

aku lahir ditanah kaya raya
tangisan ku disambut oleh hangatnya semesta nusantara
ketika pertama kali mataku terbuka
kulihat tanah ini tanah mulia
elok rimbun alamnya
ramah, santun penduduknya
kain salendang dari melayu membalut badan mungil ku kala itu
sembari adzan yang dikumandangtkan ayahku, terdengar di telinga
"Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaa"
 pelan-pelan tangisanku  hilang, lalu aku tersenyum

aku beruntung terlahir di negeri ini
negeri yang kaya
bukan hanya perkara sumber daya alamnya
tapi juga manusianya

kemudian aku belajar
aku belajar menjadi seorang manusia yang baik
aku belajar menjadi muslim yang baik
aku belajar menjadi warga negeri yang baik

mulai dari aku merangkak hingga aku bisa berdiri tegak
mulai dari iqra yang kubaca hingga pelajaran pendidikan pancasila
mulai dari memakai peci hingga memakai seragam berlambang garuda di dada
mulai dari pengajian hingga diskusi intelektual

selalu kupanjatkan doa kepada sang maha
semoga aku menjadi orang yang berbakti kepada agama,orang tua,keluarga, hingga bangsa dan negara
wahai sang maha
ayahku bilang
bacalah atas nama tuhanmu
bismillahirahmanirrahim
lalu aku ingin bertanya
salahkah aku mencintai negeri ini
negeri bhineka tunggal ika
yang agamanya bukan hanya satu
tapi beragam dan kami saling berdampingan

berdosa kah aku yang mencintai pancasila?
yang beraneka ragam macam agama suku dan budaya nya
ditengah maraknya segelintir orang yang ingin "memecah belah"
entah itu negari satu agama ataupun negari satu budaya

aku belajar dari ayat-ayat sucimu
bagaimana menghargai perbedaan
aku hanya ingin bersatu dalam payung perdamaian
ditengah hujan-hujan pemberontakan

tuhan, aku mencintai negeri ku
begitu pula aku mencintamu

tuhan, kumohon
ketika raga tak lagi dapat berdiri tegak
kulit keriput telah terasa diujung jemari
mata yang sudah samar tuk melihat
ketika nafas terakhir ku kian mendekat
izinkan aku untuk melebur bersama tanah negeri ini
biarkan daging ku menyatu bersama plankton-plankton di tanah perdamaian
biarkan tulang ku membusuk bersama akar-akar pohon keberagaman

tuhan, satu lagi permintaan hamba mu ini
berikan aku kekuatan untuk mengucap
kalimat nan indah, yang diucapkan ayahku dulu
tuk terakhir kalinya
aku ingin ibu pertiwi yang ingin mengejakannya untukku
aku ingin malaikat dan ruh leluhur menyaksikan kematianku
dan satu lagi biarkan burung garuda beterbangan di langit ketika jenazahku
akan disemayamkan di tempat perisitirahatanku
aamiiin.

jambi 24 juni 2017























Comments

  1. Doa yang begitu tulus, dari bawah endapan segelas air harap yang teraduk bersama manisnya doa

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DIBAWAH ATAP KEGELISAHAN

TIDAK BERJUDUL

aku adalah lakon